1. Apa yang anda
ketahui tentang perekonomian Indonesia?
Perekonomian indonesia adalah perekonomian yang berazaskan
kekeluargaan yang terdapat dalam UUD 1945 yang membahas segala macam masalah
perekonomian dan perkembangan perekonomian indonesia dari tahun ke tahunnya. Indonesia
sebagai ekonomi di mana juga peranan badan usaha milik negara (BUMN) dan
kelompok usaha swasta sangat besar,
2. Jelaskan masalah
yang menjadi tantangan perekonomian Indonesia di masa yang akan datang!
ekonomi
masa depan akan ditandai fenomena teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin
menunjukan intervensinya terhadap perekonomian.
semakin
tinggi tuntutan keadilan serta tuntutan penurunan kemiskinan secara global
serta tuntutan untuk meningkatan kualitas kehidupan umat manusia. Hal
ini akan dibarengi dengan makin tingginya tuntutan akan pembanguan ekonomi
berkelanjutan yang merupakan peringatan ketiga bagi Indonesia.
Hatta
menambahkan poin keempat yang haru smenjadi perhatian adalah bergesernya
kutub pembangunan dari barat ke arah timur terutama kawasan Asia Pasifik.
Kelima, lanjut
Hatta, negara-negara barat akan mulai mengalami penuaan dimana lebih dari
separuh penduduk dibelahan dunia barat dalam kondisi tua tahun 2025 Dua
peringatan terakhir yang harus diperhatikan indonesia adalah dunia tengah
merumuskan tataran ekonomi global, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang
tinggi, keseimbangan, dan berkelanjutan
3. Sebutkan 6
indikator pengelolaan utang RI membaik versi pemerintah!
Pertama, utang nominal bertambah tapi PDB naik tajam
sehingga rasio utang/PDB turun tajam terutama sejak 2005.
Kedua, tambahan pinjaman luar negeri netto negatif sejak 2005, artinya Indonesia membayar pinjaman luar negeri jauh lebih besar dari penarikan pinjaman baru.
Ketiga, utang yang bertambah (nominalnya) adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SUN & Sukuk) rupiah yang diterbitkan di dalam negeri agar dapat mengurangi pinjaman luar negeri sekaligus mendorong pengembangan pasar modal.
Keempat, rezim sebelum Pemerintahan saat ini mengandalkan penjualan aset negara melalui privatisasi dan penjualan aset bank rekap.
Kedua, tambahan pinjaman luar negeri netto negatif sejak 2005, artinya Indonesia membayar pinjaman luar negeri jauh lebih besar dari penarikan pinjaman baru.
Ketiga, utang yang bertambah (nominalnya) adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SUN & Sukuk) rupiah yang diterbitkan di dalam negeri agar dapat mengurangi pinjaman luar negeri sekaligus mendorong pengembangan pasar modal.
Keempat, rezim sebelum Pemerintahan saat ini mengandalkan penjualan aset negara melalui privatisasi dan penjualan aset bank rekap.
Kelima, dalam sejarah kredit rating RI, selama rezim
sebelum SBY pernah mengalami 'SELECTIVE DEFAULT' 2 kali. Rahmat menjelaskan,
artinya perekonomian negara dianggap
brengsek
dan tidak bisa bayar utang.
Keenam, BPK telah memberikan opini Wajar Tanpa
Pengecualian atas bagian anggaran pengelolaan utang.
4. Jelaskan pembangunan
berwawasan nusantara!
Wawasan adalah pandangan
hidup suatu bangsa yang dibentuk oleh kondisi lingkungannya. Kondisi lingkungan
hidup bangsa Indonesia adalah pulau atau kepulauan yang terletak di antara
samudera pasifik dan atlantik, di antara benua Asutralia dan Asia (Nusantara).
Pembangunan
berwawasan nusantara adalah pembangunan yang berwawasan ruang. Pembangunan
berwawasan ruang (ekonomi regonal) tersirat dalam argumentasi Myrdall dan
Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab daerah miskin kurang mampu berkembang
secepat seperti yang terjadi di daerah yang lebih kaya (Suroso, 1994).
5. Mengapa sektor
industri dapat berkembang pesat di Indonesia?
Berkembangnya
sektor industri secara pesat di Indonesia karena itu berawal dari kesadaran
masyarakat Indonesia untuk segera menjawab tantangan-tantangan yang ada di
Indonesia dan secara gak langsung masyarakat sekitar pengembangan industri pun
menjadi terbantu karena dapat memperkerjakan masyarakat sekitar.Sehingga
perkembangan Industri berkembang pesat karena Industri tersebut memang penting
untuk perekonomian Indonesia
6. Sebutkan ciri
utama perkonomian Indonesia!
Ciri - ciri sistem ekonomi Indonesia adalah
sistem ekonomi Pancasila dapat kita temukan dalam Pembukaan dan Batang Tubuh
UUD 1945, yaitu tercantum dalam Bab XIV pasal 33. Beberapa konsep dasar yang
terkandung dalam pasal 33 adalah sebagai berikut :
1. Asas Kekeluargaan
Dalam pasal 33 UUD 1945 ditegaskan bahwa ciri sistem perekonomian Indonesia adalah semua bentuk badan usaha didasarkan atas asas kekeluargaan. Badan usaha yang sesuai dengan asas kekeluargaan adalah koperasi.
2. Demokrasi ekonomi
Demokrasi ekonomi mengandung makna bahwa produksi dikerjakan oleh semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran perorang.
Perekonomian Indonesia memiliki ciri - ciri utama antara lain :
1. Asas Kekeluargaan
Dalam pasal 33 UUD 1945 ditegaskan bahwa ciri sistem perekonomian Indonesia adalah semua bentuk badan usaha didasarkan atas asas kekeluargaan. Badan usaha yang sesuai dengan asas kekeluargaan adalah koperasi.
2. Demokrasi ekonomi
Demokrasi ekonomi mengandung makna bahwa produksi dikerjakan oleh semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran perorang.
Perekonomian Indonesia memiliki ciri - ciri utama antara lain :
·
Peranan dominan koperasi bersama dengan perusahaan negara dan perusahaan
swasta. Semua bentuk badan usaha didasarkan pada asas kekeluargaan dan prinsip
hamoni.
·
Manusia dipandang secara utuh, bukan semata - mata makhluk ekonomi tetapi
juga makhluk sosial.
·
Adanya kehendak sosial yang kuat ke arah agalitarianisme atau kemerataan
sosial.
·
Prioritas utama terhadap terciptanya suatu perekonomian nasional yang
tangguh.
·
Pengandalan pada sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan -
kegiatan ekonomi diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah
bagi perkembangan ekonomi.
7. Sebutkan faktor-faktor
penyebab krisis Indonesia pada tahun1998!
Ada
beberepa sebab terjadinya krisis ekonomi tahun 1998 diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek yang telah menciptakan “ketidakstabilan”. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan, bahkan cenderung mengabaikan, dari para menteri dibidang ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut.
Pemerintah sama sekali tidak memiliki mekanisme pengawasan terhadap hutang yang dibuat oleh sector swasta Indonesia. Setelah krisis berlangsung, barulah disadari bahwa hutang swasta tersebut benar -benar menjadi masalah yang serius. Antara tahun 1992 sampai dengan bulan Juli 1997, 85% dari penambahan hutang luar negeri Indonesia berasal dari pinjaman swasta (World Bank, 1998). Mengapa demikian? Karena kreditur asing tentu bersemangat meminjamkan modalnya kepada perusahaan-perusahaan (swasta) di negara yang memiliki inflasi rendah, memiliki surplus anggaran, mempunyai tenaga kerja terdidik dalam jumlah besar, memiliki sarana dan prasarana yang memadai, dan menjalankan sistem perdagangan terbuka.
2. Banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut, masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.
3. Tidak jelasnya arah perubahan politik, maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.
4. Perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi, dan pada gilirannya memperbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri.
5. Miss government.
6. Faktor utama yang menyebabkan krisis moneter tahun 1998 yaitu faktor politik. Pada tahun 1998 krisis ekonomi bercampur kepanikan politik luar biasa saat rezim Soeharto hendak tumbang. Begitu sulitnya merobohkan bangunan rezim Soeharto sehingga harus disertai pengorbanan besar berupa kekacauan (chaos) yang mengakibatkan pemilik modal dan investor kabur dari Indonesia. Pelarian modal besar-besaran (flight for safety) karena kepanikan politik ini praktis lebih dahsyat daripada pelarian modal yang dipicu oleh pertimbangan ekonomi semata (flight for quality). Karena itu, rupiah merosot amat drastis dari level semula Rp 2.300 per dollar AS (pertengahan 1997) menjadi level terburuk Rp17.000 per dollar AS (Januari 1998).
8. Banyaknya utang dalam valas, proyek jangka panjang yang dibiayai dengan utang jangka pendek, proyek berpenghasilan rupiah dibiayai valas, pengambilan kredit perbankan yang jauh melebihi nilai proyeknya, APBN defisit yang tidak efisien dan efektif, devisa hasil ekspor yang disimpan di luar negeri, perbankan yang kurang sehat, jumlah orang miskin dan pengangguran yang relative masih besar, dan seterusnya.
9. Krisis moneter dimulai dari gejala/kejutan keuangan pada juli 1997, menurunnya nilai tukar rupiah secara tajam terhadap valas, diukur dengan dolar Amerika Serikat yang merupakan pencetus/trigger point. Meskipun tidak ada depresiasi tajam baht(mata uang Thailan), Krismon tetap akan terjadi di Negara tercinta ini. Kenapa? karena gejolak sosial dan politik Indonesia yang memanas. Oleh karena itu penyebab krismon 98 bisa dikatakan campuran dari unsur-unsur eksternal dan domestik(J. Soedrajad Djiwandono).
10. Diabaikannya early warning system merupakan penyebab mengapa krismon 97 melanda Inonesia. Adapun early system warningnya adalah: meningkatnya secara tajam deficit transaksi berjalan sehingga pada saat terjadinya krisis, defisit transaksi berjalan Inonesia sebesar 32.5% dari PDB. Utang luar negeri baik pemerintah maupun swasta yang tinggi. Boomingnya sektor properti dan financial yang mengabaikan kebijakan kehati-hatian dalam pemberian kredit perbankan diperuntukan untuk membiayai proyek-proyek besar yang disponsori pemerintah dan tidak semua proyek besar itu visibel. Tata kelola yang buruk(bad governence) dan tingkat transpalasi yang rendah baik sektor publik maupun swasta(Marie Muhamad).
11. Argument bahwa pasar financial internasional tidak stabil secara inheren yang kemudian mengakibatkan buble ekonomi dan cenderung bergerak liar. Bahkan sejak tahun 1990-an pasar financial lebih tidak stabil lagi. Hal ini dikarenakan tindakan perbankan negara-negara maju menurunkan suku bunga mereka. Sehingga mendorong dana-dana masuk pasar global. Maka pada tahun 1990-an dana asing melonjak dari $9 Miliar menjadi lebih dari $240 Miliar.
12. Kegagalan manajemen makro ekonomi tercermin dari kombinasi nilai tukar yang kaku dan kebijakan fiskal yang longgar, inflasi yang merupakan hasil dari apresiasi nilai tukar efectif riil, deficit neraca pembayaran dan pelarian modal.
13. Kelemahan sector financial yang over gradueted, but under regulete dan masalah moral hazar.
14. Semakin membesarnya cronycapitalism dan sistem politik yang otoriter dan sentralistik(M. Fadhil Hasan). Jika diartikan secara ekonomis teknis, krisis bisa disebut sebagai titik balik pertumbuhan ekonomi yang menjadi merosot. Dan penyebabnya jika ditinjau dari teori konjungtur, ada dua karakteristik krisis 1). krisis disebabkan tidak sepadannya kenaikan konsumsi ketimbang kenaikan kapasitas produksi atau underconsumption crisis. 2). Krisis disebabkan terlampau besarnya investasi yang dipicu modal asing karena tabungan nasional sudah lebih dari habis untuk berinvestasi. Krisis seperti ini disebut overinvestment, dan ini yang terjadi di Indonesia(Kwik Kian Gie). Begitulah beberapa penyebab krismon 98 di Indonesia, yang dampaknya masih terasa sampai sekarang.
1. Stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek yang telah menciptakan “ketidakstabilan”. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan, bahkan cenderung mengabaikan, dari para menteri dibidang ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut.
Pemerintah sama sekali tidak memiliki mekanisme pengawasan terhadap hutang yang dibuat oleh sector swasta Indonesia. Setelah krisis berlangsung, barulah disadari bahwa hutang swasta tersebut benar -benar menjadi masalah yang serius. Antara tahun 1992 sampai dengan bulan Juli 1997, 85% dari penambahan hutang luar negeri Indonesia berasal dari pinjaman swasta (World Bank, 1998). Mengapa demikian? Karena kreditur asing tentu bersemangat meminjamkan modalnya kepada perusahaan-perusahaan (swasta) di negara yang memiliki inflasi rendah, memiliki surplus anggaran, mempunyai tenaga kerja terdidik dalam jumlah besar, memiliki sarana dan prasarana yang memadai, dan menjalankan sistem perdagangan terbuka.
2. Banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut, masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.
3. Tidak jelasnya arah perubahan politik, maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.
4. Perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi, dan pada gilirannya memperbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri.
5. Miss government.
6. Faktor utama yang menyebabkan krisis moneter tahun 1998 yaitu faktor politik. Pada tahun 1998 krisis ekonomi bercampur kepanikan politik luar biasa saat rezim Soeharto hendak tumbang. Begitu sulitnya merobohkan bangunan rezim Soeharto sehingga harus disertai pengorbanan besar berupa kekacauan (chaos) yang mengakibatkan pemilik modal dan investor kabur dari Indonesia. Pelarian modal besar-besaran (flight for safety) karena kepanikan politik ini praktis lebih dahsyat daripada pelarian modal yang dipicu oleh pertimbangan ekonomi semata (flight for quality). Karena itu, rupiah merosot amat drastis dari level semula Rp 2.300 per dollar AS (pertengahan 1997) menjadi level terburuk Rp17.000 per dollar AS (Januari 1998).
8. Banyaknya utang dalam valas, proyek jangka panjang yang dibiayai dengan utang jangka pendek, proyek berpenghasilan rupiah dibiayai valas, pengambilan kredit perbankan yang jauh melebihi nilai proyeknya, APBN defisit yang tidak efisien dan efektif, devisa hasil ekspor yang disimpan di luar negeri, perbankan yang kurang sehat, jumlah orang miskin dan pengangguran yang relative masih besar, dan seterusnya.
9. Krisis moneter dimulai dari gejala/kejutan keuangan pada juli 1997, menurunnya nilai tukar rupiah secara tajam terhadap valas, diukur dengan dolar Amerika Serikat yang merupakan pencetus/trigger point. Meskipun tidak ada depresiasi tajam baht(mata uang Thailan), Krismon tetap akan terjadi di Negara tercinta ini. Kenapa? karena gejolak sosial dan politik Indonesia yang memanas. Oleh karena itu penyebab krismon 98 bisa dikatakan campuran dari unsur-unsur eksternal dan domestik(J. Soedrajad Djiwandono).
10. Diabaikannya early warning system merupakan penyebab mengapa krismon 97 melanda Inonesia. Adapun early system warningnya adalah: meningkatnya secara tajam deficit transaksi berjalan sehingga pada saat terjadinya krisis, defisit transaksi berjalan Inonesia sebesar 32.5% dari PDB. Utang luar negeri baik pemerintah maupun swasta yang tinggi. Boomingnya sektor properti dan financial yang mengabaikan kebijakan kehati-hatian dalam pemberian kredit perbankan diperuntukan untuk membiayai proyek-proyek besar yang disponsori pemerintah dan tidak semua proyek besar itu visibel. Tata kelola yang buruk(bad governence) dan tingkat transpalasi yang rendah baik sektor publik maupun swasta(Marie Muhamad).
11. Argument bahwa pasar financial internasional tidak stabil secara inheren yang kemudian mengakibatkan buble ekonomi dan cenderung bergerak liar. Bahkan sejak tahun 1990-an pasar financial lebih tidak stabil lagi. Hal ini dikarenakan tindakan perbankan negara-negara maju menurunkan suku bunga mereka. Sehingga mendorong dana-dana masuk pasar global. Maka pada tahun 1990-an dana asing melonjak dari $9 Miliar menjadi lebih dari $240 Miliar.
12. Kegagalan manajemen makro ekonomi tercermin dari kombinasi nilai tukar yang kaku dan kebijakan fiskal yang longgar, inflasi yang merupakan hasil dari apresiasi nilai tukar efectif riil, deficit neraca pembayaran dan pelarian modal.
13. Kelemahan sector financial yang over gradueted, but under regulete dan masalah moral hazar.
14. Semakin membesarnya cronycapitalism dan sistem politik yang otoriter dan sentralistik(M. Fadhil Hasan). Jika diartikan secara ekonomis teknis, krisis bisa disebut sebagai titik balik pertumbuhan ekonomi yang menjadi merosot. Dan penyebabnya jika ditinjau dari teori konjungtur, ada dua karakteristik krisis 1). krisis disebabkan tidak sepadannya kenaikan konsumsi ketimbang kenaikan kapasitas produksi atau underconsumption crisis. 2). Krisis disebabkan terlampau besarnya investasi yang dipicu modal asing karena tabungan nasional sudah lebih dari habis untuk berinvestasi. Krisis seperti ini disebut overinvestment, dan ini yang terjadi di Indonesia(Kwik Kian Gie). Begitulah beberapa penyebab krismon 98 di Indonesia, yang dampaknya masih terasa sampai sekarang.
8. Tuliskan kebijakan
pemerintah dalam mengatasi krisis!
a. Paket
pertama dibuat untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai
tukar rupiah terhadap dolar. Dalam paket ini, pemerintah akan melakukan beberapa
langkah yang meliputi:
- mendorong ekspor dan memberikan
keringanan pajak kepada industri yang padat karya, padat modal, dan 30%
hasil produksinya berorientasi ekspor;
- menurunkan impor migas dengan
memperbesar biodiesel dalam solar untuk mengurangi konsumsi solar yang
berasal dari impor;
- menetapkan pajak barang mewah yang
lebih tinggi untuk mobil CBU dan barang-barang impor bermerek dari
rata-rata 75% menjadi 125% hingga 150%; dan
- memperbaiki ekspor mineral.
b. Paket
kedua dibuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Dalam paket ini,
pemerintah akan melakukan beberapa langkah yang meliputi:
- memastikan defisit APBN-2013 tetap
sebesar 2,38% dan pembiayaan aman.
- memberikan insentif kepada industri
padat karya, termasuk keringanan pajak.
c. Paket
ketiga dibuat untuk menjaga daya beli. Dalam paket ini, pemerintah
akan melakukan beberapa langkah yang meliputi:
- berkoordinasi dengan BI untuk menjaga
gejolak harga dan inflasi;
- mengubah tata niaga daging sapi dan
hortikultura dari impor berdasarkan kuota menjadi mekanisme impor
dengan mengandalkan harga.
d. Paket
keempat dibuat untuk mempercepat investasi. Dalam paket ini,
pemerintah akan melakukan beberapa langkah yang meliputi:
- mengefektifkan sistem layanan terpadu
satu pintu perijinan investasi;
- mempercepat revisi peraturan Daftar
Negatif Investasi (DNI);
- mempercepat investasi di sektor yang
berorientasi ekspor dengan memberikan insentif; dan
- mempercepat renegosiasi kontrak karya
pertambangan
9. Mengapa saat
ini Indonesia sedang giat membangun infrastruktur di Indonesia bagian timur?
Alasan
Indonesia giat melakukan pembanguna infrastruktur di Indonesia bagian timur
karena Indonesia bagian timur merupakan wilayah strategis guna membangkitkan
potensi pendapatan nasional.
10. “mendapatkan
keuntungan atau laba maksimal dengan
biaya atau usaha minimal” menurut anda pernyataan ini benar atau salah?
Menurut saya pernyataan ini
salah tapi tidak selamanya benar. karena jarang sekali segala sesuatu yang
minimal yang menghasilkan maksimal. Karena segala sesuatu yang diusahakan pada
umumnya sesuai dengan usaha yang dilakukan. Namun tak jarang juga yang minimal
menghasilkan maksimal. Tapi maksimal nya tidak sebesar keuntungan yang didapat
dengan usaha yang besar.

0 komentar:
Posting Komentar