Dua Belas Tahun Laporan Keuangan BI Memperoleh
Opini WTP
Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia tahun 2014 telah selesai
dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan
mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini mencerminkan kemajuan
dari Bank Indonesia yang menjalankan komitmen dan kesungguhannya untuk lebih
terbuka, transparan dan akuntabel. Opini ini didapatkan setelah menunggu dalam
kurun waktu 12 tahun
Laporan Keuangan
tahunan BI tahun 2014 disusun dengan kebijakan akuntansi keuangan bank
indonesia (KAKBI) yang sebelumnya disusun berdasarkan pedoman akuntansi
keuangan Bank Indonesia (PAKBI) yang disusun dan ditetapkan oleh BI. Perolehan
opini WTP tersebut mencerminkan bahwa KAKBI dapat diterima sebagai standar
akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan BI
LKTBI per 31 Desember 2014 audited menunjukkan total
aset/liabilitas sebesar Rp1.812,8 triliun. Selama periode 1 Januari s.d. 31
Desember 2014, BI mencatat surplus setelah pajak sebesar Rp41,2 triliun. Adapun
rasio modal BI terhadap kewajiban moneter adalah 7,74%.
Tahun 2014 kembali
menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia. Pemulihan terus
berlangsung di berbagai ekonomi utama dunia, namun dengan kecepatan yang tidak
sesuai harapan dan tidak merata. Sebagai negara berkembang (emerging market),
Indonesia turut merasakan adanya arus keluar modal asing. Situasi di tataran
global tersebut semakin berat dengan adanya berbagai permasalahan struktural
pada perekonomian domestik, antara lain ekspor yang masih didominasi produk
berbasis sumber daya alam, ketahanan pangan dan energi yang masih rendah, pasar
keuangan yang belum dalam, serta ketergantungan pada pembiayaan eksternal yang
meningkat.
Menghadapi tantangan
dan risiko tersebut, BI dan Pemerintah memperkuat sinergi dan menempuh berbagai
bauran kebijakan dengan tetap memprioritaskan stabilitas makroekonomi dan terus
mendorong reformasi struktural untuk memperkuat fundamental perekonomian.
Bauran kebijakan yang ditempuh BI diarahkan pada upaya untuk mencapai sasaran
inflasi, menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat, dan
mendukung terpeliharanya stabilitas sistem keuangan
Dengan kemajuan BI dalam memperoleh opini WTP ini di harapkan bahwa
BI akan senantiasa dapat mencapai tujuannya dalam menstabilkan dan menjaga nilai Rupiah. Karena nilai Rupiah
yang tidak stabil ataupun turun dapat menurunkan kurs kita didunia. Yang memungkinkan
pemerintah mengambil tindakan dengan menaikan jumlah uang yang beredar yang
dapat menimbulkan inflasi. Dan diharapkan agar BI senantiasa berhati-hati dalam
mengambil tindakan moneter untuk kebijakan selanjutnya.
sumber: http://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Laporan-Keuangan-BI-2014.aspx
Nama: Popy Aprilia
NPM: 2D214068
Kelas: 1EB10

0 komentar:
Posting Komentar