Sabtu, 30 Mei 2015

Perbankan

Dua Belas Tahun Laporan Keuangan BI Memperoleh Opini WTP

Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia tahun 2014 telah selesai dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini mencerminkan kemajuan dari Bank Indonesia yang menjalankan komitmen dan kesungguhannya untuk lebih terbuka, transparan dan akuntabel. Opini ini didapatkan setelah menunggu dalam kurun waktu 12 tahun

Laporan Keuangan tahunan BI tahun 2014 disusun dengan kebijakan akuntansi keuangan bank indonesia (KAKBI) yang sebelumnya disusun berdasarkan pedoman akuntansi keuangan Bank Indonesia (PAKBI) yang disusun dan ditetapkan oleh BI. Perolehan opini WTP tersebut mencerminkan bahwa KAKBI dapat diterima sebagai standar akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan BI

LKTBI per 31 Desember 2014 audited menunjukkan total aset/liabilitas sebesar Rp1.812,8 triliun. Selama periode 1 Januari s.d. 31 Desember 2014, BI mencatat surplus setelah pajak sebesar Rp41,2 triliun. Adapun rasio modal BI terhadap kewajiban moneter adalah 7,74%.

Tahun 2014 kembali menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia. Pemulihan terus berlangsung di berbagai ekonomi utama dunia, namun dengan kecepatan yang tidak sesuai harapan dan tidak merata. Sebagai negara berkembang (emerging market), Indonesia turut merasakan adanya arus keluar modal asing. Situasi di tataran global tersebut semakin berat dengan adanya berbagai permasalahan struktural pada perekonomian domestik, antara lain ekspor yang masih didominasi produk berbasis sumber daya alam, ketahanan pangan dan energi yang masih rendah, pasar keuangan yang belum dalam, serta ketergantungan pada pembiayaan eksternal yang meningkat.
Menghadapi tantangan dan risiko tersebut, BI dan Pemerintah memperkuat sinergi dan menempuh berbagai bauran kebijakan dengan tetap memprioritaskan stabilitas makroekonomi dan terus mendorong reformasi struktural untuk memperkuat fundamental perekonomian. Bauran kebijakan yang ditempuh BI diarahkan pada upaya untuk mencapai sasaran inflasi, menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat, dan mendukung terpeliharanya stabilitas sistem keuangan

Dengan kemajuan BI dalam memperoleh opini WTP ini di harapkan bahwa BI akan senantiasa dapat mencapai tujuannya dalam menstabilkan dan  menjaga nilai Rupiah. Karena nilai Rupiah yang tidak stabil ataupun turun dapat menurunkan kurs kita didunia. Yang memungkinkan pemerintah mengambil tindakan dengan menaikan jumlah uang yang beredar yang dapat menimbulkan inflasi. Dan diharapkan agar BI senantiasa berhati-hati dalam mengambil tindakan moneter untuk kebijakan selanjutnya.




sumber: http://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Laporan-Keuangan-BI-2014.aspx



Nama: Popy Aprilia
NPM: 2D214068
Kelas: 1EB10

0 komentar:

Posting Komentar