Permasalahan
Ekonomi Indonesia Tahun 2014
|
Setiap 5 tahun
sekali selalu diadakan pemilu pemilihan pemimpin baru di indonesia. Tahun 2014
termasuk tahun penting bagi masyarakat indonesia karena mewarnai perekonomian
indonesia dengan pemimpin-pemimpin baru yang akan dipilih pada pemilu . ada
yang memperkirakan pula bahwa tahun 2014 ini akan memulihkan perekonomian
indonesia pada tahun sebelumnya . Masyarakat menginginkan pelaksanaannya mampu
menghasilkan pemimpin yang membawa perubahan lebih baik, lebih cepat dan tegas.
Apabila Pemilu 2014 berjalan lancar dan kita mendapatkan pemimpin yang baik,
maka kepercayaan akan menggerakkan investasi dan aliran dana sehingga rupiah
dan pasar modal bisa mengalami pemulihan
Perekonomian indonesia dari pada tahun 2013 sampai awal tahun 2014 bisa
dikatakan terjadi perlambatan perkenomian nasional yang dapat dirasakan oleh
masyarakat dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yang cukup baik. Kondisi ini terkait dengan ekonomi global .
untuk itu diharapkan kepada siapa pun yang memimpin bisa membawa perubahan
untuk indonesia trutama untuk mengubah permasalahan ekonomi baik internal
maupun eksternal. Seperti halnya dengan investasi fiskal ekonomi Indonesia
masih belum berjalan maksimal sehingga komoditi modal, komoditi bahan baku dan
komoditi konsumsi masih saja mayoritas didapat dari impor. Dengan keadaan
defisit balance of payment seperti ini, fluktuatifnya kurs rupiah sangat
berbahaya bagi perekonomian Indonesia. Dalam hal ini terlihat sekali pemerintah
tidak bisa maksimal menancapkan investasi di sektor riil (investasi fiskal)
sehingga uang tersebut hanya menjadi keseimbangan fiskal yang malah akan
melemahkan ekonomi Indonesia. Perlu diketahui di awal, 70% lebih investor di
pasar modal Indonesia adalah permodalan asing. Jadi, ketika investasi tersebut
tidak menjadi investasi fiskal yang menguatkan fundamental ekonomi, maka kita
hanya akan bergantung pada keputusan "bandar" besar tersebut.
Padahal, dana asing yang masuk ke Indonesia sudah jelas dari aliran hot money
(money printing) yang diciptakan dengan tujuan mengambil untung di pengolahan
devisa negara-negara emerging market.
Arus investasi bisa menyulut terjadinya lonjakan domestik, yang berakibat menurunnya permintaan impor. Apabila negara tersebut menggunakan nilai tukar mengambang, maka arus modal masuk meningkatkan nilai mata uang. Skenario yang terjadi akan cenderung membuat harga produk dalam negeri itu meningkat dan terdepak dari pasar ekspor, dan impor pun akan mengalami peningkatan. Untuk itu diharapkan untuk pemerintah dan masyarakat bekerja sama berupaya dalam menguat dan mendorong sektor ekspor indonesia dengan ini dapat memulihkan dan membanggakan perekonomian nasional yang semakin membaik dan produktifitas. Dalam langkah ini pun diharapkan pula mampu mengurangi banyaknya pengangguran serta memperluas lapangan kerja.
Terima Kasih
By,
Popy Aprilia
2D214068
1EB10
|
Senin, 16 Maret 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar