Senin, 16 Maret 2015

Permasalahan Ekonomi Tahun 2014 _ Perekonomian Indonesia

Permasalahan Ekonomi Indonesia Tahun 2014

Setiap 5 tahun sekali selalu diadakan pemilu pemilihan pemimpin baru di indonesia. Tahun 2014 termasuk tahun penting bagi masyarakat indonesia karena mewarnai perekonomian indonesia dengan pemimpin-pemimpin baru yang akan dipilih pada pemilu . ada yang memperkirakan pula bahwa tahun 2014 ini akan memulihkan perekonomian indonesia pada tahun sebelumnya . Masyarakat menginginkan pelaksanaannya mampu menghasilkan pemimpin yang membawa perubahan lebih baik, lebih cepat dan tegas. Apabila Pemilu 2014 berjalan lancar dan kita mendapatkan pemimpin yang baik, maka kepercayaan akan menggerakkan investasi dan aliran dana sehingga rupiah dan pasar modal bisa mengalami pemulihan

Perekonomian indonesia dari pada tahun 2013 sampai awal tahun 2014 bisa dikatakan terjadi perlambatan perkenomian nasional yang dapat dirasakan oleh masyarakat dibandingkan dengan tahun  sebelumnya yang cukup baik. Kondisi ini terkait dengan ekonomi global . untuk itu diharapkan kepada siapa pun yang memimpin bisa membawa perubahan untuk indonesia trutama untuk mengubah permasalahan ekonomi baik internal maupun eksternal. Seperti halnya dengan investasi fiskal ekonomi Indonesia masih belum berjalan maksimal sehingga komoditi modal, komoditi bahan baku dan komoditi konsumsi masih saja mayoritas didapat dari impor. Dengan keadaan defisit balance of payment seperti ini, fluktuatifnya kurs rupiah sangat berbahaya bagi perekonomian Indonesia. Dalam hal ini terlihat sekali pemerintah tidak bisa maksimal menancapkan investasi di sektor riil (investasi fiskal) sehingga uang tersebut hanya menjadi keseimbangan fiskal yang malah akan melemahkan ekonomi Indonesia. Perlu diketahui di awal, 70% lebih investor di pasar modal Indonesia adalah permodalan asing. Jadi, ketika investasi tersebut tidak menjadi investasi fiskal yang menguatkan fundamental ekonomi, maka kita hanya akan bergantung pada keputusan "bandar" besar tersebut. Padahal, dana asing yang masuk ke Indonesia sudah jelas dari aliran hot money (money printing) yang diciptakan dengan tujuan mengambil untung di pengolahan devisa negara-negara emerging market.

Arus investasi bisa menyulut terjadinya lonjakan domestik, yang berakibat menurunnya permintaan impor. Apabila negara tersebut menggunakan nilai tukar mengambang, maka arus modal masuk meningkatkan nilai mata uang. Skenario yang terjadi akan cenderung membuat harga produk dalam negeri itu meningkat dan terdepak dari pasar ekspor, dan impor pun akan mengalami peningkatan. Untuk itu diharapkan untuk pemerintah dan masyarakat bekerja sama berupaya dalam menguat dan mendorong sektor ekspor indonesia dengan ini dapat memulihkan dan membanggakan perekonomian nasional yang semakin membaik dan produktifitas. Dalam langkah ini pun diharapkan pula mampu mengurangi banyaknya pengangguran serta memperluas lapangan kerja.

Terima Kasih 




By,
Popy Aprilia
2D214068
1EB10

0 komentar:

Posting Komentar