BEDAH
JURNAL
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD
Bab I
Latar Belakang
Persaingan
antar perusahaan yang sangat ketat saat
ini membutuhkan kemampuan perusahaan
untuk dapat meningkatkan kinerjanya secara menyeluruh. Tiap perusahaan dituntut
untuk dapat melaksanakan strateginya dalam menghadapi kompetisi dan menggunakan
sumber dayanya secara lebih efektif dan efisien, yang akhirnya visi, misi dan
strategi perusahaan dapat tercapai. PT. Erindo Mandiri adalah salah satu perusahaan
air minum dalam kemasan dengan merek dagang “AQUASE”. Salah satu faktor penentu tercapainya tujuan perusahaan
adalah kinerja para karyawan. Selama ini, PT. Erindo Mandiri dalam usahanya
meningkatkan kualitas SDM, hanya melakukan
penilaian kompetensi yang menilai softskill kinerja karyawan dan bersifat subyektif.
Perusahaan belum pernah melakukan pengukuran kinerja SDM secara komprehensif atau menyeluruh sehingga
tidak diketahui faktor apa saja yang belum tercapai untuk dapat membentuk kualitas
kinerja karyawan yang lebih baik. Richmond (2001) dalam Vanany (2003) menyatakan,
para ahli meyakini bahwa model-model sistem pengukuran kinerja yang didasari
oleh strategi perusahaan lebih efektif untuk mencapai tujuan perusahaan
dibanding dengan pendekatan lainnya. Human Resources Scorecard menerjemahkan
visi, misi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat indikator kunci kinerja
(Key Performance Indicator) yang dapat merepresentasikan kinerja SDMuntuk tercapainya tujuan perusahaan. Melalui
penerapan metode Human Resources Scorecard di suatu perusahaan, maka akan diketahui
karakteristik kunci perusahaan untuk kemudian dievaluasi sehingga dapat
dilakukan perbaikan-perbaikan yang nantinya dapat membawa perubahan yang
positif bagi perusahaan sehingga perusahaan dapat menentukan langkah yang tepat
untuk memperbaiki kinerja karyawannya.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari
penelitian ini yaitu, mengidentifikasi
Key Performance Indicator (KPI)
yang dapat merepresentasikan pencapaian kinerja SDM, mengetahui dan
menganalisis hasil pengukuran kinerja SDM, dan mendapatkan usulan perbaikan
untuk meningkatkan KPI yang tidak memenuhi target yang diharapkan.
Bab III
Metodologi Penelitian
Sumber Data, Objek Data
Penelitian ini
dilakukan dalam tiga tahap, yaitu survei pendahuluan, pengumpulan data, dan
analisis. Metode pengukuran HRSC diawali dengan menjabarkan visi misi dan
strategi perusahaan menjadi Strategy Objectives (SO) dan KPI yang dapat
merepresentasikan kinerja SDM.
1. Misi Kebijakan Mutu PT. Erindo Mandiri:“PT.
Erindo Mandiri berkomitmen menyediakan produk yang aman sesuai dengan
persyaratan dan kebutuhan pelanggan serta senantiasa melakukan perbaikan yang
berkesinambungan melalui penerapan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan
sesuai dengan ISO 9001:2009 dan ISO 22000:2005”.
2. Strategi SDM PT. Erindo Mandiri:
a. Meningkatkan
produktivitas kerja yang baik sesuai dengan standar perusahaan
b. Mensejahterakan karyawan
c. Mengembangkan SDM menjadi SDM yang berkualitas melalui pelatihan-pelatihan
b. Mensejahterakan karyawan
c. Mengembangkan SDM menjadi SDM yang berkualitas melalui pelatihan-pelatihan
Variabel
Metode HRSC
ini diawali dengan mengidentifikasi KPI yang dapat merepresentasikan kinerja
SDM. KPI kemudian dibobotkan menggunakan
Analytical Hierarchy Process(AHP), selanjutnya skor KPI dihitung
menggunakan scoring system dan dikategorikan ke dalam traffic light system
Alat Analisis
Analytical Hierarchy
Process (AHP)
KPI yang
diperoleh kemudian dibobotkan menggunakan AHP. Tujuan pembobotan ini yaitu
untuk mendapatkan nilai bobot yang mempresentasikan kontribusi setiap komponen
indikator kerja terhadap kinerja SDM. Hasil nilai pembobotan ini akan digunakan
untuk menghitung skor pencapaian
KPI tahap berikutnya. Metode AHP
menstrukturisasi masalah dalam bentuk hierarki dan memasukkan
pertimbangan-pertimbangan untuk menghasilkan skala prioritas relatif (Herjanto,
2009).
Scoring System dan
Traffic Light System
Scoring system dan
traffic light system dibuat
bersama-sama untuk memberikan rambu atau tanda, apakah skor dari KPI perlu
perbaikan atau tidak. Pengukuran kinerja ini dilakukan dengan membandingkan
pencapaian kinerja aktual dengan target kinerja.Penentuan scoring system didasarkan pada Metode higher is better, lower is better, must be zero, atau
must be one. Perhitungan skor pencapaian kinerja masing-masing KPI
dihasilkan dengan ketentuan sebagai berikut, bila indikator kerja menunjukkan
penilaian (Efendi, 2011):
1. Higher is better menunjukkan semakin tinggi pencapaian/skor,
maka indikasinya semakin baik. Skor = (aktual / target) x 100% (1)
2. Lower is better menunjukkan semakin rendah pencapaian/skor,
maka indikasinya semakin baik. Skor = (2-(aktual/target)) x 100% (2)Dimana, angka 2 merupakan angka mutlak.
3. Must be Zero,
Skor = 100 jika aktual = 0 atau Skor = 0 jika aktual ≠ 0 (3)
4. Must be One, Skor = 100 jika aktual = 1 atau
Skor = 0 jika aktual ≠ 1 (4)
Bab IV
Hasil dan Pembahasan
Identifikasi Key Performance Indicators (KPI)
Dari penjabaran
visi misi dan strategi perusahaan diperoleh sebanyak 23 KPI yang dapat
merepresentasikan kinerja SDM PT. Erindo Mandiri. Identifikasi Key Performance Indicator (KPI) HR Scorecard dari
masing – masing perspektif sbb:

Hasil Pembobotan KPI menggunakanAHP
Berdasarkan
Tabel 3,
pada kolom Bobot, terlihat bahwa
perspektif yang memiliki bobot tertinggi yang mempengaruhi kinerja SDM dalam
usahanya untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu perspektif finansial dengan
bobot 50%. Selanjutnya diikuti oleh Perspektif Customer (28,5%), Learning and Growth (11,9%), dan
Internal Bussiness Process
(9,5%). Perspektif finansial diberikan bobot tertinggi karena finansial merupakan
faktor utama dari tercapainya tujuan suatu perusahaan. Baghwat dan Sharma
(2007) menyebutkan bahwa ukuran kinerja keuangan menunjukkan apakahstrategi perusahaan,
implementasi dan eksekusi telah berkontribusi secara efektif terhadap peningkatan
yang paling mendasar bagi perusahaan. Tujuan keuangan adalah untuk bertahan
hidup, sukses dan maju. Kelangsungan hidup perusahaan diukur dengan arus kas,
sukses dengan pertumbuhan penjualan, laba usaha, dan kesejahteraan oleh
peningkatan pangsa pasar, return on equity, dan modal yang digunakan. Tujuan ini juga
mencakup pencapaian profitabilitas, menjaga likuiditas dan solvabilitas baik
jangka pendek maupun jangka panjang, dan pertumbuhan omset penjualan.
Hasil Pengukuran
Kinerja SDM
KPI yang telah
dibobotkan kemudian dihitung skornya menggunakan scoring system dan dikategorikan ke dalam traffic light system. Tabel 3
menunjukkan hasil pengukuran kinerja
SDM PT. Erindo Mandiri. Tabel 4
menunjukkan bahwa kinerja SDM PT. Erindo Mandiri secara keseluruhan
cukup memuaskan, yaitu sebesar 111,579. Nilai ini sebagian besar dikontribusikan
secara signifikan oleh perspektif finansial yang memiliki bobot terbesar dengan
pencapaian skor yang tertinggi pula. Kontribusi yang signifikan ini diberikan
oleh KPI F1a revenue per karyawan. Hal ini terlihat dari
permintaan pada tahun 2012 yang meningkat sebesar 30% dari tahun sebelumnya.
Peningkatan permintaan ini diikuti oleh peningkatan produksi dengan jumlah yang
sama. Peningkatan produksi ini tentunya akan meningkatkan total pendapatan perusahaan.
Bliss (2004) mengemukakan, revenue per karyawan diperoleh dengan membagi total pendapatan
perusahaan dengan jumlah karyawan pada tahun tertentu. Maka dapat disimpulkan
bahwa semakin tinggi total pendapatan perusahaan maka semakin tinggi pula revenue
yang dihasilkan per karyawan.
Kesimupulan
1. Hasil penyelarasan visi misi dan strategi perusahaan
menjadi sasaran strategis SDM menghasilkan 23 KPI yang terbagi ke dalam 4
perspektif (financial, customer, internal bussiness process, learning and
growth). Nilai pencapaian kinerja masing-masing perspektif yaitu, perspektif financial
sebesar 136%, perspektif
customer sebesar 89,75%, perspektif internal bussiness processsebesar 87,81%, dan
perspektif learning and growth sebesar 81,16%. Kinerja keempat perspektif
tersebut berkategori hijau yang berarti kinerja keempatnya telah baik dan
memenuhi target. Nilai pencapaian kinerja SDM PT. Erindo Mandiri untuk periode
tahun 2012 adalah sebesar 111,579% dan berkategori hijau, yang berarti kinerja SDM
keseluruhan adalah baik.
2. Pencapaian KPI yang berada di bawah target sebanyak
3 KPI, yaitu, KPI LG2b, jumlah karyawan baru yang direkrut (72%). KPI IBP5b,
Jumlah karyawan dengan penilaian kerja Baik Sekali (50%), dan KPI LG4a, jumlah
karyawan yang mendapat reward berbasis kinerja (50%). Ketidaktercapaian KPI
LG2b disebabkan oleh banyaknya pelamar yang
tidak sesuai dengan standar kualifikasi perusahaan dan turunnya jumlah
permintaan terhadap produk, sehingga mengurangi jumlah karyawan produksi yang
akan direkrut. Ketidaktercapaian KPI IBP5b dan LG4a disebabkan karena kurangnya
motivasi dari perusahaan.
3. Berdasarkan sebab-sebab tersebut, maka
diharapkan perusahaan dapatmeramalkan permintaan pasar dengan lebih cepat dan
akurat, sehingga pihak dapat direncanakan berapa jumlah karyawan yang harus
direkrut dengan pasti. Pada saat rekrutmen pun, diharapkan perusahaan tetap
menyeleksi pelamar secara selektif sesuai dengan standar kualifikasi
perusahaan, agar kinerja karyawan baru tersebut optimal.Selain itu, perlu
adanya pemberian motivasi yang lebih menarik dan pemberian penghargaan yang
sesuai agar karyawan dapat terpacu untuk terus meningkatkan prestasi
kinerjanya.
Sumber Jurnal : skripsitip.staff.ub.ac.id
Nama : Popy Aprilia
NPM : 1EB10
Kelas : 1EB10

0 komentar:
Posting Komentar