Andalas Berakar Makmur
Andalas. Kita mengaitkan kembali pembahasan kita tentang andalas. Ya, dari pembahasan sebelumnya tentu sudah tau apa andalas tersebut. Andalas atau yang biasa dikenal dengan Unand adalah sebuah Universitas negeri yang terdapat di Padang Sumatra Barat. Kenapa dinamakan andalas? Apakah makna dari kata andalas itu sendiri? Apa ada hubungannya dengan sebuah akar?
Tidak jauh-jauh dari kata koperasi. pembahasan kita masih dalam ruang lingkup koperasi Unand. Pada pembahasan sebelumnya kita sudah menjelaskan beberapa penjelasan lebih tentang koperasi Unand, yakni mengenai bagaimana tujuan dan fungsi kopma unand , yaitu untuk mendapatkan untung atau laba sebanyak-banyaknya. Dari tujuan tersebut tergambarkan sebuah laba, dari laba kita dapat menghitung dan memperkirakan bagaimana pembagian Sisa Hasil Usaha kopma Unand sesuai dengan kesepakatan bersama. Selain itu kita sudah membahas bagaimana kopma Unand dalam melakukan pemilihan kepengurusan anggota, pembahasan dalam rapat anggota dan hal-hal yang berhubungan dengan pola manajemennya.
Pembahasan kali ini kita akan menjelaskan lebih banyak lagi tentang bagaimana bentuk dan jenis koperasi , bagaimana sumber modal koperasi tesebut, mengevaluasi seberapa jauh keberhasilan koperasi, baik dari sisi anggota maupun dari sisi perusahaannya dan peranannya. Dan terakhir , Kita juga akan membahas bagaimana perkembangan koperasi di negara berkembang.
J Jenis dan Bentuk Koperasi
Ketentuan dalam penjenisan sebuah koperasi sudah diatur baik pada UU No.12 tahun 1967 yang berbunyi :
- Penjenisan koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efesiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas atau kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya
- Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepentingan dan perkembangan koperasi Indonesia ditiap daerah kerja hanya terdapat satu koperasi sejenis dan setingkat
Seperti yang kita ketahui kopma unand adalah koperasi yang berasaskan kekeluargaan yang dibuat oleh beberapa orang berdasarkan Undang-undang dasar yang bertujuan untuk menyejahterkan anggotanya dengan mencapai tujuan bersama dan juga koperasi primer yang menyediakan kebutuhan mahasiswa untuk menunjang belajarnya. Dari pengertian tersebut kita dapat menarik sebuah hal bahwa kopma Unand merupakan sebuah jenis koperasi konsumsi yang menyediakan kebutuhan mahasiswanya. Koperasi konsumsi merupakan salah satu jenis koperasi yang dituangkan dalam PP No. 60 tahun 1959 yang mencantumkan tujuh jenis koperasi. berdasarkan teori penjenisan koperasi terdiri dari koperasi pemakai, koperasi simpan pinjam dan koperasi penghasil atau produksi Berdasarkan bentuknya sudah jelas menggambarkan kopma Unand merupakan koperasi primer yaitu koperasi yang anggotanya terdiri dari orang-orang.
J Permodalan Koperasi
Pada UU No. 12 tahun 1967 permodalan koperasi itu terdiri dari :
- 1. Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang diwajibkan kepada anggota untuk diserahkan kepada Koperasi pada waktu seseorang masuk menjadi anggota Koperasi tersebut dan jumlahnya sama untuk semua anggota
- 2. Simpanan Wajib adalah simpanan tertentu yang diwajibkan kepada anggota yang membayarnya kepada Koperasi pada waktu-waktu tertentu.
- 3. Simpanan Sukarela adalah simpanan anggota atas dasar sukarela atau berdasarkan perjanjianperjanjian atau peraturan –peraturan khusus.
Menurut UU No. 25 / 1992
• Modal sendiri (equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/hibah.
• Modal pinjaman ( debt capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah
Seperti yang telah disebutkan di atas, permodalan koperasi terdiri simpanan pokok, simpanan wajib dan hibah atau simpanan suka rela anggota. Koperasi Mahasiswa Unand menentukan simpanan pokok sebesar Rp. 15.000/anggota, yang dibayar pada saat awal masuk menjadi anggota, simpanan wajib sebesar Rp. 5000/bulan yang harus dibayar rutin setiap bulannya, dan simpanan sukarela yang dapat diberikan anggota minimal Rp. 5000 sesuai dengan kesepakatan awal. Tidak hanya itu, setiap koperasi termasuk koperasi Unand mempunyai cadangan yang koperasi yang gunanya untuk berjaga sebagai pemenuhi kewajiban tertenu, untuk meningkatkan jumlah operating capital koperasi ,sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari dan sebagai perluasan usaha. Distribusi cadangan sangat erat kaitannya dengan sisa hasil usaha yang pernah kita bahas sebelumnya. Cara pendistribusian cadangan koperasi adalah :
Ø Pengertian dana cadangan menurut UU No. 25/1992, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
Ø Sesuai Anggaran Dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25 % dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk Cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60 % disisihkan untuk Cadangan.
Ø Menurut UU No. 25/1992, SHU yang diusahakan oleh anggota dan yang diusahakan oleh bukan anggota, ditentukan 30 % dari SHU tersebut disisihkan untuk Cadangan.
J Evaluasi Keberhasilan Koperasi dari Sisi Anggota
Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, kopma Unand memilih anggota dengan sangat cermat dengan sistem pengkaderan yang terarah yang diharapkan dapat mampu menjadi anggota koperasi yang baik dan mampu dalam bekerja sama dalam mencapai tujuan koperasi.
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggota yang kedudukannya sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.
Efek-efek ekonomis koperasi
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1. jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan
para anggota kopma Unand hanya akan melakukan sebuah kegiatan yang benar-benar dibutuhkan, bukan hanya sekedar melakukan kegiatan tapi harus memiliki sisi manfaat yang tak hanya untuk sisi luar koperasi melainkan juga pada sisi anggotanya
2. jika pelayanan itu ditawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang diperolehnya dari pihak-pihak lain diluar koperasi.
kopma Unand merupakan koperasi yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya. kopma Unand memiliki beberapa jasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan juga para anggotanya. Pada jasa tersebut para anggota akan mendapatkan berbagai keuntungan karena setiap pelayanan jasa diberikan dengan harga yang sesuai dengan kantong mahasiswa. Oleh karena itu, anggota akan mendapatkan berbagai keuntungan dari usaha tersebut
Efek harga dan efek biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang. Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
Keberhasilan koperasi ditinjau dari bagaimana para anggota berperan aktif dalam melakukan pelayanannya. Semakin bersemarak para anggota dalam melakukan partisipasinya dalam koperasi maka semakin besar pula manfaat yang diterima oleh anggota koperasi tersebut. Begitu juga yang dilaksanakan dan digagaskan oleh kopma Unand. Pengkadengan yang dilakukan dengan berbagai cara tersebut diharapkan agar para anggota selalu berpastisipasi atas apapun kegiatan dalam perkoperasian yang tujuannya juga agar memiliki sumber daya yang lebih baik dan juga untuk memberikan manfaat yang berarti untuk para anggotanya.
J Evaluasi Keberhasilan Koperasi dari Sisi Perusahaan
Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat ekonomi.
Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien) .Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
1. Manfaat ekonomi langsung (MEL)
manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinyatransaksi antara anggota dengan koperasinya
2. Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUkx 100 %
Sisa Hasil Usaha (SHU) Kopma Unand selalu mengalami fruktuasi. Seperti halnya pada tahun 2013 SHU Kopma sebanyak Rp 16.000.000, pada tahun 2014 sebanyak Rp 12.000.000,-. Berdasarkan data tersebut Kopma Unand memiliki SHU yang tidak menetap karena adanya pengaruh biaya – biaya operasional dan biaya – biaya yang lain. Selain itu, karena Kopma Unand merupakan koperasi yang bergerak dibidang usaha, maka usaha – usaha tersebut tidak selalu mengalami kenaikan. Kareana ada saatnya suatu usaha berada dibawah dan ada saatnya berada di atas.
Analisis Laporan Koperasi
Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.
Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi
1. Neraca,
2. perhitungan hasil usaha (income statement),
3. Laporan arus kas (cash flow),
4. catatan atas laporan keuangan
setiap laporan keuangan selalu diawasi dan dipertanggung jawabkan oleh anggota untuk mengetahui bagaimana perkembangan koperasi sekaligus memantau bagaimana kinerja kopma.
berikut merupakan salah satu gambaran laporan keuangan kopma Unand yakni laba yang diperoleh kopma Unand pada bulan April 2015:
No.
|
Usaha Kopma
|
Laba Kopma (Rupiah)
|
1.
|
Unit Kuliner
|
Rp 990.285,00
|
2.
|
Unit Bursa PKM
|
Rp 130.169,06
|
3.
|
Unit Bursa Rektorat
|
Rp 472.639,00
|
4.
|
Unit Foto Kopi Rektorat
|
Rp 2.593.480,00
|
5.
|
Unit KCM
|
Rp 1.062.667,00
|
6.
|
Unit Foto Kopi KCM
|
Rp 7.081.845,00
|
Kopma dari hari kehari memiliki perkembangan yang cukup mengesankan. Terbukti dari beberapa macam kegiatan yang dilakukan membuat kopma makin dikenal . tak hanya dilingkungan perkuliahan tetapi juga dikenal oleh jangkauan nasional. Terbukti dari hibah yang diberikan oleh Komenpora berupa bentuk aset senilai tiga ratus juga rupiah. Ini juga membuktikan bahwa kopma Unand sudah dipercaya akan keberadaannya dan berbagai macam kegiatan yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya.
J Peranan Koperasi
Koperasi merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang usaha. Koperasi merupakan system perekonomian yang cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia. Cara yang gampang mudah dan tidak ribet membuat koperasi merupakan usaha yang banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Begitu juga dengan kopma Unand. Kopma unand merupaka koperasi yang digunakan oleh seluruh aspek masyarakat. Tak hanya mahasiswa, para dosen pun dapat memanfaatkannya.
Berbicara tentang aspek koperasi, koperasi memiliki peran tertentu dalam berbagai bentuk pasar baik dalam pasar persaingan sempurna ataupun pasar tidak persaingan sempurna seperti monopoli, persaingan monopoli dan oligopolli.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
1. ada penjual dan pembeli yang sangat banyak
2. produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
3. perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
4. para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna
Dalam struktur pasar persaingan sempurna, harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan dengan penawaran. Oleh sebab itu, perusahaan yang bersaing dalam pasar persaingan sempurna disebut penerima harga (price taker). Jadi apabila koperasi masuk dan menjual produknya ke pasar yang mempunyai struktur bersaing sempurna, maka kopma hanya dapat mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya. Kopma tidak akan dapat mempengaruhi harga, walaupun seluruh produk anggotanya dikumpul dan dijual melalui koperasi tersebut
Ciri-ciri :
1. banyak penjual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
2. produk yang dihasilkan tidak homogen
3. ada produk subsitusinya
4. keluar atau masuk ke industri relatif mudah
5. harga produk tidak sama di semua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya
Apabila kopma ingin memaksimumkan keuntungannya dalam struktur pasar monopolistik, kopma harus mampu menghasilkan produk yang sangat berbeda dengan yang dihasilkan oleh pengusaha lain. Tentu strategi dan taktik bisnis dalam promosi, sedikit banyak sangat menentukan perbedaan
Ciri-cinya yaitu pasar dimana banyak penjual namun hanya terdapat satu pembeli. Pada pasar ini, koperasi koperasi memiliki saingan yang banyak dan ini dapat membuat persaingan pasar sedikit susah karena akan terjadi persaingan antar para penjual dengan satu pembeli.
Ciri-cirinya:
1. Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai pasar
2. Dua strategi dasar untuk koperasi adalah strategi harga dan non harga
3. Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product defferentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi, membedakan mutu dan bentuk produk
Dalam koperasi ini kopma harus memiliki ide-ide yang inovatif yang mampu menghasilkan barang atau produk yang berbeda corak. Kegiatan promosi iklan yang cukup menarik dapat menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama. Yang tujuannya juga untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
J Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang
Pelaku ekonomi Indonesia dibagi menjadi 3 sektor, yakni pemerintah , swasta dan koperasi. perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan yang juga mengandung makna demokrasi ekonomi yaitu kemakmuran rakyar merupakan pokok yang diutamakan , produksi dalam organisasi dilakukan oleh semua anggota dan kepemilikannya oleh anggota sehingga dijadikan kontrol pelaksana koperasi . makanya perekonomian yang berasaskan kekeluargaan yang sangat cocok adalah koperasi.
Di Indonesia saat ini, koperasi adalah sebagai pnggerak perekonomian , sebab makanya koperasi menjadi suatu kebutuhan. Undang-undang dasar menempatkan koperasi sebagai guru perekonomian Indonesia. Atas dasar itu maka koperasi sebagai sebagai ekonomi dan sosial yang mampu memberikan pelayanan terus menerus dan meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat disekitarnya dan tak hanya itu, koperasi diharapkan mampu memberikan sokongan atau sumbangan sebagai pembangun dan penumbuh ekonomi. Namun dalam membangun dan menumbuhkan koperasi di Indonesia mengalami beberapa kendala, yakni:
1. Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi
2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
a) Koqnisi
b) Apeksi
c) Psikomotor
3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi :
a) Ofisialisasi
b) De-ofisialisasi
c) Otonomisasi
4. Misi UU No.25 Tahun 1992 merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil,makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945
Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989
1. Tahap I : Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
2. Tahap II : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
3. Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri
Untuk itu semoga koperasi mahasiswa Unand selalu bisa menjadi salah satu pembangun perekonomian yang baik untuk Indonesia. Berkembang menjadi yang lebih baik bak seperti pohon yang memiliki akar yang selalu tumbuh dan menjalar keseluruh permukaan tanah agar dapat berkembang dan memakmuran perekonomian Indonesia
Sumber:
Diakses pada tanggal 29 Desember 2015 : 11.24 PM
Diakses pada tanggal 30 Desember 2015 : 02.22 PM
v Nisa,Khairatul (2015) Analisis Kerja Koperasi Mahasiswa. Laporan akhir praktikum koperasi dan kelembagaan ekonomi kerakyatan, Universitas Andalas Padang.
v Bahan ajar ekonomi koperasi
Nama : Popy Aprilia
NPM : 2D214068
Kelas : 2EB01

0 komentar:
Posting Komentar